Kabar Berita

Study Tiru Kelompok Tani Milineal

Foto Berita

Pematang Karangan Hilir, Kamis 16 Juni-2022

Study Tiru kelompok tani dari desa Pandahan, Pematang Karangan Hilir dan Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.

Ke Kelompok Tani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Petani milenial mempunyai peran penting untuk saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi. Karena, pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

Hal tersebut telah dikatakan oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, bahwa jumlah petani Indonesia saat ini di tahun 2020 ada sekitar 33 juta jiwa.

Dari jumlah itu, didapat data bahwa hanya 29% petani yang usianya kurang dari 40 tahun, atau disebut sebagai petani milenial.

Faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan termasuk local wisdom, yang masing-masing kontribusinya sekitar 25%.

Sedangkan yang paling besar adalah SDM yang kontribusinya mencapai 50% dalam produktivitas.

Output dari pendidikan vokasi adalah qualified job creator dan job seeker. Qualified job creator artinya petani yang mandiri, bahkan mampu membuka peluang kerja buat rekan-rekannya. Petani ini yang paling diharapkan dari pendidikan vokasi.

Sementara qualified job seeker adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian.

Petani milenial produk vokasi harus mampu masuk dunia usaha dan industri.

Makanya, sistem vokasi harus selaras dengan dunia usaha dan industri, termasuk dalam kurikulum, proses belajar mengajar.

Vokasi harus mengetahui apa yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Dalam pendidikan vokasi 30% di kelas, 70% di teaching factory dan magang di dunia industri. Mereka melakukan praktik langsung di lapangan. Harus mengenal baik dunia industri dan usaha sebelum terjun ke dunia itu.

Petani Milineal itu adalah ???

Arti milenial adalah kelompok demografi, dimana tak ada batasan waktu yang pasti baik itu untuk awal maupun akhir dari kelompok tersebut.

Pada dasarnya karakteristik milenial khususnya di Indonesia berbeda-beda, berdasarkan wilayah maupun kondisi sosial ekonomi.

Tetapi demikian, kriteria dari generasi tersebut biasanya ditandai dengan adanya peningkatan penggunaan serta keakraban dengan komunikasi, media, juga teknologi digital.

Lantas, apa tujuan dan peranan milenial di dunia pertanian ? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini pemerintah mulai membentuk petani milenial, sebab dianggap mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Tujuan Utama Petani Milenial

Bahkan sampai saat ini generasi milenial masih terus dijadikan sebagai target utama dan penting untuk mendongkrak kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang pertanian. Dimana dalam program tersebut memiliki tujuan utama, yakni untuk menumbuh kembangkan kewirausahaan muda pertanian di Indonesia.

Tentu saja peran petani milenial di bidang pertanian penting sekali, sebab dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tak terlalu kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi.

Atas dasar itulah Kementan atau Kementerian Pertanian di Indonesia memiliki target 1 juta petani milenial yang ikut tergabung dalam 40 ribu kelompok di masing-masing daerah, dimana dalam setiap kelompok terdiri dari 20-30 orang.

Target tersebut tentu saja akan segera direalisasikan dalam beberapa fokus sektor komoditas pertanian, diantaranya sebagai berikut.

  • 000 petani milenial tanaman pangan
  • 500 petani milenial holtikultura
  • 500 petani milenial perternakan
  • 000 petani milenial perkebunan

Untuk mensukseskan program pertanian milenial tersebut tentu saja butuh persiapan dan sosialisasi hingga monitoring, serta evaluasi yang nantinya akan dilakukan untuk penumbuhan dan penguatan para petani milenial.

Selain itu, bantuan sarana dan pra-sarana pertanian juga turut diberikan oleh Kementan kepada petani milenial. Program tani milenial juga akan disingkronkan dengan program lain, seperti SERASI.

Petani Milineal Sukses

Sandi Octa Susila

Adalah Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian, dan pada usia 27 tahun telah mengelola 120 hektar tanah pertanian. Berpendidikan S2 IPB, penggerak 373 petani, serta lahan pribadi dengan membawahi 50 karyawan.

Garapan tanah itulah yang membantu Sandi secara bertahap meraup omzet dari Rp500 juta sampai Rp800 juta per bulan.

Agitya Kristantoko

Yang biasa dipanggil Mas Tyo, anak muda asal Bojonegoro, Jawa Timur.

Dirinya sukses mengembangkan usaha tani dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pemasaran.

Pemilik “Omah Menyok” Gading dan tempat pelatihan sekaligus Agrowisata Edukasi Kuliner Omah Menyok di Jawa Timur itu hingga saat ini telah memproduksi 155 jenis olahan hasil dari singkong, seperti rengginang singkong, kripik singkong dan olahan makanan ringan lainnya dengan packaging yang cukup menarik.

Merk dagang camilan singkongnya “Gading” yang sudah dipatenkan di Kemenkumham dan dipasarkan di gallery produk olahannya, toko swalayan terkenal, pusat perbelanjaan dan market place seperti Bukalapak dan Shopee.

Shofyan Adi Cahyono

Duta Petani Milenial asal Semarang, sebagai Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda dan pendiri P.O Sayur Organik Merbabu (SOM), Shofyan juga menjalani profesi sebagai konsultan pertanian, fasilitator, dan asesor pertanian organik di Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Organik (LSPPO) Jakarta.

Bisnis jualan sayur organik yang dimulainya tahun 2014, dengan P.O Sayur Organik Merbabu (SOM) yang digagasnya sudah memasarkan 50 jenis sayuran organik ke sejumlah daerah di pulau Jawa hingga Kalimantan. Bahkan sampai ke Singapura dengan omzet mencapai Rp60 juta sebulan.

Program Petani Milenial

Program petani milenial ini nanti pastinya akan melibatkan banyak anak muda di seluruh Indonesia. Program tersebut ditujukan khusus untuk mendorong regenerasi petani Indonesia, yakni dengan cara menumbuhkan wirausahawan muda di bidang tani.

Dengan begitu hal ini tentu saja akan membuka lapangan pekerjaan, khususnya di masyarakat pedesaan. Sehingga diharapkan agar program petani milenial juga dapat menekan angka kemiskinan dan urbanisasi.

Sesuai arahan penumbuhan dan pengembangan petani milenial berorientasi eksport sebanyak 1 juta orang.

Meskipun implementasi dari program petani milenial ini akan menyasar pada petani di usia 19-39 tahun, tetapi bagi mereka yang tidak ada dalam range umur tersebut namun memiliki jiwa milenial, tanggap teknologi digital, memiliki alat mesin pertanian, dan juga memiliki lahan juga akan turut disasar.

Pengembangan dari program ini akan dibagi ke dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian, yakni tanaman pangan hortikultura, perternakan, dan perkebunan.

[UPDATE] : Pendaftaran Petani Milenial telah dibuka, Ridwan Kamil ajak anak muda yang ingin sukses untuk daftar program petani milenial 4.0.

Peran Petani Milenial

Peran petani milenial di masa sekarang menjadi penentu dari kemajuan pertanian di masa akan datang. Estafet petani selanjutnya adalah berpundak pada generasi muda, mereka memiliki inovasi, juga gagasan yang tentu saja lebih kreatif dan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian.

Terlebih di era revolusi industri seperti sekarang, yang ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang sudah terintegrasi dengan jaringan internet.

Mau tidak mau sektor pertanian harus bisa beradaptasi dengan teknologi untuk menjawab tantangan ke depannya.

Pasalnya, pertanian tidak mungkin mampu mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Maka dari itulah kaum muda atau petani milenial dalam hal ini penting peranannya.

Semoga petani muda zaman now mendukung pembangunan pertanian di Indonesia, Aamiin.

Kata-Kata Bijak Petani Milineal

Kebanggan Terhebat dalam hidup kami adalah, "Terlahir dari Seorang Petani" karena pertanian itu adalah Sumber Fundamental dari Kemakmuran Nasional.